Lelah ?

​”When a strong woman finally gives up, it’s not because she‘s weak or because she no longer loves her man. To put it in the simplest terms…she’s just tired. She’s tired of the games…she’s tired of the sleepless nights… she’s tired of feeling like she’s all alone and the only one trying…she’s tired”

Kalimat diatas adalah salah satu status di facebook nya teman gw, bukan hanya meninggalkan jejak likes ke statusnya akan tetapi gw mengomentari statusnya, untuk komentarnya pun sungguh gak ada hubungannya sama sekali karena gw berkomentar buat ngajak piknik bareng dia ke Dieng yang semoga bukan wacana sih hihihi , tolong di doa-keun.

Setelah gw baca statusnya, rasanya tuh gw mau kasih komentar yang memborbardir statusnya hihihihi maklum anaknya kan berhati lembut  *dilarang protes pliss :p* jadi bisa nge related ke statusnya tersebut. Yekan daripada gw curcol terselubung di komentarnya, mending gw tuangkan dimari aja deh, itung itung biar blog gw ada pemasukan gitcuuu..

Jadi, kurang lebih tanggapan gw  terhadap statusnya yaitu kek begini….

Kenapa bisa nge related dengan gw?

Karena , keadaan kita (gw dan temen gw) tuh hampir mirip, bukan mau sok sok an di mirip2 kan  sih yaa karna kita hampir temenan kurleb 7 tahunan. Bukan !

Gw mau cerita tentang gw aja deh. Jadi gw sedang berada dalam keadaan menyerah akan sebuah hubungan bukan karna udah enggak cinta lagi, tapi lebih ke-lelah sih yang dirasa. 

Lelah untuk dituduh melakukan yang tidak pernah dilakukan bahkan untuk hanya sekedar niat untuk itu tidak ada.

Lelah untuk menerka-nerka apakah ada aktivitas lain yang biasa dilakukan setiap hari.

Lelah untuk selalu mengalah hanya demi untuk tidak memperpanjang masalah.

Lelah untuk bersikap biasa aja terhadap ketidaknyamanan yang diterima.

Dan lelah untuk mencari – cari pokemon 

Oke, yang terakhir abaikan aja. Gw hanya mencoba kekinian xDD

Awalnya gw berpikir hubungan ini adalah menjadi salah satu obat atas hubungan sebelumnya, gw tanpa berpikir panjang terlebih dahulu saat itu, karena dia adalah salah satu kakak kelas gemess di masa putih biru. jadi gw ngerasa hal itu adalah sebuah kesempatan buat gw, dan gw ga mau melewatkan hal itu dong yaa.. yegimana doong salah satu inceran lo tibatiba ngedeketin elo. Hajaar aja kan braaayy? *Cari temen*

Gw saat itu sadar kok, sebenernya gw belom siap buat menjalin hubungan baru, tapi karna gw ini berpedoman kepada kalimat “untuk menyembuhkan patah hati adalah mencari hati yang baru”, yaajadi gitu deeeh udah ketebak kan bakal gimana?

Kemudian, gw merasa lelah dengan hal hal yang berusaha gw anggap hal yang biasa aja. Seketika itu juga gw memutuskan buat mengambil waktu buat diri gw sendiri. 
Terdengar egois memang, cuman kan yang tahu 100% kondisi kita adalah diri kita sendiri, hal yang salah disini adalah membuat orang lain memaklumi akan kondisi kita tersebut, karena manusia tidak akan merasakan hal yang sama dengan kita kecuali telah mengalaminya.

Kemudian gw bertanya tanya kepada diri gw, sebenarnya apa sih yang diinginkan saat ini ?

Memaklumi

Itu jawabannya,

Gw berharap seseorang memaklumi keadaan gw, begitu pun gw memaklumi keadaan dia. But, people won`t always think the way you think kan yaa? Sialnya Gw selalu lupa akan hal itu, damn

So, I act as if I` m already give up.

If only you know what I have done thesedays  for you…. 

But yess.. 

You will never know . But it doesn’t matters at all.

Toh, gw melakukan hal ini yang gw yakini  sih kebaikan untuk kita berdua, karena yang pasti diantara kita berdua masih ada hal yang harus diselesaikan terlebih dahulu, hal itu akan cepet selesai jika kita berjalan sendiri – sendiri , gw akan tetap men-support semua hal yang dia lakukan hanya saja keadaan udah berubah. Begitu pun sebaliknya, gw tetap welcome sama dia.

Mungkin keadaan seperti ini jauh lebih baik dibanding sebelumnya, gw ga mau perasaan seolah – olah kita telah saling memiliki satu sama lain menjadi penghambat. Salah satunya menjadi penghambat untuk bersosialisasi atau bergaul terhadap orang baru, karna tanpa sadar ruang lingkup sosial kita menjadi sempit dan mengkrucut.

Untuk berapa lama waktu yang gw perlukan buat sendiri pun ga bisa diprediksi sampai kapan. Mungkin , dengan seiringnya berjalannya waktu gw bisa mendapat jawaban atas ketakutan yang mengintai selama ini, gw takut yang besar bukanlah perasaan kepadanya tapi malah harapan.

Gw sih berharap dengan begini kita tidak akan saling menyakiti sampai pada saatnya kita bertemu kembali.

Kapan ?

Gw juga ga tau…. Mungkin hanya waktu yang bisa menjawab.

Advertisements

About irmajination

When you Work Hard you can get PLay Hard.. Live isn Movie.. Lets bring back to reality Play with me ^^
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Tinggalkan Dompet ! eehh Komentar :))

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s